Toshinobu Kubota

Pair : MinKyu slight MinBum

Genre : Readers tebak sendiri

Rate : T

Authoor :EvilKyute

WARNING : MALEXMALE, OOC, AU, TYPO(S), BAHASA TIDAK BAKU HAL-HAL TIDAK JELAS LAINNYA. JIKA MEMANG TIDAK SUKA, SILAHKAN MENIGGALKAN FF INI SEBELUM ADA NIAT MEMBERIKAN FLAME

Shim Changmin, yang biasa dipanggil Changmin mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

“Di sini keadaan sulit,” katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal.

“Kau adalah harapan kami.”

Changmin naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Changmin menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Changmin mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Changmin merindukan dan sangat ingin disambut oleh namja yang dicintainya. Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Kim Kibum.

Maksudnya sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati namja itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Kibum. Rambut Kibum yang lembut hitam dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi namja Keluarga Kim Young Woon yang paling cantik. Changmin baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah namja itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Chagmin ingin sekali membelai rambut kibum yang hitam dan memeluk namja itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Changmin menjadi lengkap. Kim Young Woon atau yang biasa dipanggil Kangin akan mengirimkan putranya kepada Changmin di Amerika. Putranya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Changmin selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka.

Hati Changmin sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang namja cantik seperti Kibum. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Changmin melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut hitam lembut milik Kibum.Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena kecewa.

Bukan Kibum, tetapi Kim Kyuhyun adiknya, yang turun dari kereta api. Namja itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Changmin hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Kyuhyun. “Selamat datang,” katanya lirih, matanya menatap nanar.

Senyum tipis menghias wajah Kyuhyun yang tidak cantik

“Aku senang ketika appa mengatakan kau ingin aku datang ke sini,” sahut Kyuhyun, sambil sekilas memandang mata Changmin sebelum cepat-cepat menunduk lagi.

“Aku akan mengurus bawaanmu,” ucap Changmin dengan senyum terpaksa.

Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Kim Ahjussi dan ayahnya benar. Kyuhyun memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Changmin bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Kyuhyun mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang namja yang sederhana seperti Kyuhyun.

Tetapi bukan namja ini yang kuinginkan, keluh Changmin dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Kyuhyun? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Kibum? Apakah impian lamanya untuk memperistri Kibum harus dilupakannya? Setahun lamanya Kyuhyun dan Changmin bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta.

Pernah sekali, Kyuhyun mencium pipi Changmin sebelum masuk ke kamarnya. Namja itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Kyuhyun cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Changmin mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia.

Tiba-tiba Kyuhyun muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Changmin menyekop dan memasukkan pasir kedalamnya, kemudian dengan sekuat tenaga, Kyuhyun melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.

Sambil menikmati sup panas, Changmin mendesah, “Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Gomawo, Kyuhyun.”

Ne… ” Kyuhyun menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Kim dan Keluarga Shim akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Changmin kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Kibum. Dia dan Kyuhyun pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.

Ketika Kibum muncul, Kyuhyun menoleh kepada Changmin. “Sambutlah dia Minnie,” ujar Kyuhyun.

Dengan kaget, Changmin berkata tergagap, “Apa maksudmu Kyu?”

“Minnie, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putra appa yang kau inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Kibum hyung dalam acara Perayaan pesta bunga lalu.” Dia mengangguk ke arah hyungnya yang sedang menuruni tangga kereta.

 “Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu.”

“Tapi…”

Kyuhyun meletakkan jarinya pada bibir Changmin. “Ssstt,” bisiknya. “Aku mencintaimu, Minnie. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah hyungku.”

Changmin mengambil tangan Kyuhyun dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Kyuhyun menengadah, untuk pertama kalinya Changmin melihat betapa cantik dan manisnya namja itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika kyuhyun membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya.

“Tidak, Kyu. Engkaulah yang kuinginkan.” Changmin merengkuh tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yang tiba-tiba membuncah didalam dadanya.

Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, “Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!”

END

Ff ini udah lama sempat hilang saat fb aq di hack jadi aq post di wp aq.

Dan ff ini aq ambil dari cerita jepang bagi yang udah prn membaca pasti tahu jalan ceritax… 🙂

Iklan

19 thoughts on “Toshinobu Kubota

  1. so sweet, ga bisa ngomong apa apa lagi :’)
    udah takut pas keluarganya mereka nyusul changkyu, takut changmin masih cinta sama kibum, tapi untungnya engga 🙂
    daebak chingu, ditunggu ya cerita yg lainnya 🙂

  2. Aku justru baca cerita ini dari buku Chicken Soup for the Soul. Ceritax sama persis, ato mungkin Jepang yg adaptasi dari cerita aslinya kali yah?
    Soalnya cerita ini aku baca pas SMP, wktu itu bukux jg udah bbrapa thn sebelumx release.
    But thank you for brought this great story to us.. 🙂

    • aq kurang tau soal bukunya krn aq dpt dr teman aq cr nm pengarangnya g dpt jd g bs aq cantumin siapa nmnya…

      jadinya aq ksh tau aja kalau ini cerita jepang krn memang yg aq bc cerita jepang…

      • Sepertix ini memang kisah dr amerika tp diadaptasi ama jepang deh. aku lupa siapa pengarangx yg jelas aku selalu ingat cerita ini krn gambarin cinta yg besar.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s